Terimakasih karena telah memberikan banyak pelajaran yang berharga, termasuk salah satunya untuk merelakanmu yang telah jauh hari tak pernah kubayangkan akan pergi secepat itu.
Yang telah menemani seperjalanan langkah, untuk memulai kisah baru yang indah. Meski sementara, meski tidak lagi selamanya. Setidaknya kau pernah ada, yang pernah untuk saling menjaga.
Yang pernah menjadi teman berkeluh kesah, yang selalu menjadi tempat untuk berbagi saat aku sedang merasa gelisah. Ternyata, kisah kita hanya sementara, tidak lagi bisa diperjuangkan lama-lama.
Terimakasih karena selalu mengajari, bahwa yang datang akan selalu pergi. Dan yang singgah bukan berarti selalu menetap, ya pada akhirnya kau lagi-lagi harus ku ikhlaskan atas kepergianku.
Terimakasih karena kau selalu mengajarkan arti kebahagiaan, sebelum akhirnya kita benar-benar akan berpisah dan tak akan pernah kembali lagi. Karenamu aku bisa jatuh cinta, sebelum merasakan lagi sebuah luka.
Terimakasih karena kau selalu mengajarkan aku rela, bahwa perpisahan kita bukanlah suatu hal yang harus dicegah. Karena aku hanya perlu menghargai, tanpa harus melarangmu untuk kembali lagi. Kita hanya kisah yang harus rela pisah dan memisahkan diri.
Terimakasih karena selalu mengajarkan, bahwa cinta tak selamanya akan selalu jadi harapan. Maka luka-luka atas kepergianku akan sembuh sendiri tanpa harus memintaku agar kembali menyembuhkan. Pergilah jangan kembali, karena kepergianku jangan pernah kau tangisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar