Masa lalu tidak bisa diubah
dilupakan
diedit
atau terhapus
hanya bisa diterima
berhenti melihat kebelakang
apa yang sudah dilakukan
itu tidak dapat diubah
tapi itu dapat digunakan sebagai pelajaran untuk bergerak maju
sebagai pengingat tentang apa yang layak
dan apa yang harus kita lakukan
tidak ada cara mudah untuk mengatasi rasa sakit
atau meninggalkan kenangan yang telah kita buat dengan orang lain
tapi itu tidak berarti
bahwa kita berhenti pada diri kita sendiri
hidup kita sendiri
impian kita sendiri
kita masih layak untuk cinta dan kehidupan yang kita inginkan
dan itu dapat mulai dengan melepaskan dan melihat kedepan
perubahan dan pertumbuhan itu
memang kadang menyakitkan
tapi tidak ada yang sesakit dan serugi
jika kita tetap terjebak di suatu tempat yang bukan tempat kita lagi
Sabtu, 26 Oktober 2019
Tak ada yang tahu
Kita tak pernah benar-benar tahu
tentang kebenaran ucapan seseorang
segalanya bisa semanis pemanis buatan
dilidah akan terasa nikmat
tapi kita tak pernah benar-benar tahu
apa yang terjadi selanjutnya
Yakinlah !
suatu saat,
kebenaran akan menemukan jalannya sendiri
atas izin Tuhannya π
tentang kebenaran ucapan seseorang
segalanya bisa semanis pemanis buatan
dilidah akan terasa nikmat
tapi kita tak pernah benar-benar tahu
apa yang terjadi selanjutnya
Yakinlah !
suatu saat,
kebenaran akan menemukan jalannya sendiri
atas izin Tuhannya π
Takdir dan Jodoh
Dilema
Tak mau untuk melanjutkan
namun enggan untuk mengakhiri
Berada ditengah dilema
sungguh menyiksa hati
Seperti air dan minyak dalam satu wadah
bersama tapi tak menyatu
begitulah agaknya jika diibaratkan
kau dan aku saat ini
πΆπΆπΆπΆ
namun enggan untuk mengakhiri
Berada ditengah dilema
sungguh menyiksa hati
Seperti air dan minyak dalam satu wadah
bersama tapi tak menyatu
begitulah agaknya jika diibaratkan
kau dan aku saat ini
πΆπΆπΆπΆ
Entahlah
Ada apa dengan perasaan ?
mengapa kali ini ia tak mau berdamai dengan keadaan

Ada apa dengan batin ?
mengapa kali ini ia tak mau berdamai dengan kejadian
Apakah ini pertanda
Kalau hati ini enggan menerimamu kembali
Apakah ini pertanda
Kalau hati ini telah membencimu
Entahlah..
kadang aku lelah sendiri
mengapa kali ini ia tak mau berdamai dengan keadaan

Ada apa dengan batin ?
mengapa kali ini ia tak mau berdamai dengan kejadian
Apakah ini pertanda
Kalau hati ini enggan menerimamu kembali
Apakah ini pertanda
Kalau hati ini telah membencimu
Entahlah..
kadang aku lelah sendiri
Selasa, 22 Oktober 2019
Takkan Bisa
ia masih
seperti yang dulu
dari senyumnya,
dari caranya melihatku,
dari suara tawanya...
bahkan dari ketikannya
saat di ruang chat pun masih
TERASA SAMA...
juga dengan perasaan
yang saat ini belum berubah..
ia (Takkan)
pernah bisa menyayangiku...
sepertinya sampai kapan pun...
(BFL-19)
Rabu, 16 Oktober 2019
Pena Asmara
Teruntukmu...
Kutulis ungkapan cinta tanpa suara
sampaikan rinduku dari bibir yang terus membisu
dalam goresan tinta ku uraian segenap rasa dalam kata
sampaikan kekagumanku lewat cara sederhana
ijinkan aku mencintaimu
menggoreskan pena-pena cinta dihatimu
Dariku...
pengagum rahasia yang hanya mampu menyapamu dalam do'a-do'a
Kutulis ungkapan cinta tanpa suara
sampaikan rinduku dari bibir yang terus membisu
dalam goresan tinta ku uraian segenap rasa dalam kata
sampaikan kekagumanku lewat cara sederhana
ijinkan aku mencintaimu
menggoreskan pena-pena cinta dihatimu
Dariku...
pengagum rahasia yang hanya mampu menyapamu dalam do'a-do'a
Pemalang, 16 Oktober 2019
Sabtu, 12 Oktober 2019
KAU YANG KURINDU
Malam yang cerah menampakan kilauan bintang
Bertaburan seperti pasir dipinggir pantai
Tak bosan ku melihat keindahannya
Tapi perlahan-lahan bayangmu dengan samar menghampiri
Mengisi kosongnya jiwa yang kau tinggalkan
Suara angin perlahan terdengar lembut
Membelai badan yang terpaku
Melihat bayangmu yang selama ini ku tunggu
Menapaki setiap rindu yang terbelenggu
Menangisi setiap rindu yang tak bisa ku bendung
Jika kau juga merindukanku
Menataplah pada bintang kejora itu dan disanalah aku diam
Menunggu mu yang indah juah disana
Samar-samar bayangmu hilang
Terbang bersama suara jeritan rindu
Mengejar bayangmu sungguh tak mungkin
Tapi aku selau sabar hingga datang saat dimana
Kau dan aku akan bertemu dan melepas rindu
Karena aku yakin KAU YANG KURINDU
Bertaburan seperti pasir dipinggir pantai
Tak bosan ku melihat keindahannya
Tapi perlahan-lahan bayangmu dengan samar menghampiri
Mengisi kosongnya jiwa yang kau tinggalkan
Suara angin perlahan terdengar lembut
Membelai badan yang terpaku
Melihat bayangmu yang selama ini ku tunggu
Menapaki setiap rindu yang terbelenggu
Menangisi setiap rindu yang tak bisa ku bendung
Jika kau juga merindukanku
Menataplah pada bintang kejora itu dan disanalah aku diam
Menunggu mu yang indah juah disana
Samar-samar bayangmu hilang
Terbang bersama suara jeritan rindu
Mengejar bayangmu sungguh tak mungkin
Tapi aku selau sabar hingga datang saat dimana
Kau dan aku akan bertemu dan melepas rindu
Karena aku yakin KAU YANG KURINDU
Kamis, 03 Oktober 2019
Diamku ada rindu untukmu
Langit yang hitam menjatuhkan jutaan pensil padaku,
apa yang akan digambar ditubuhku,
apakah rindu yang meluncur dari angin dingin matamu?
Telah kubisikkan namamu pada angin,
semoga saja hujan mendengar dan lahir sungai abadi dari rintiknnya,
mengikis batu-batu dan seribu prasasti tercipta untukmu.
Bulan tenggelam diteluk matamu,
aku tak mampu mencegah hatiku
terhanyut ombaknnya ke dalam rindu.
Selembar puisi seperti uang kertas,
yang merah lebih berharga,
tetapi aku hanya bisa membeli rindu dan segelas bayangmu.
Sekalipun nafasku tak cukup panjang,
kau akan lihat angin yang membawa daun-daun dari kepingan hatiku.
Tak cukup daun-daun mewakili hembusan angin senja,
tak cukup awan lembayung mewakili teduhnya cuaca,
ada gemuruh tak ada hujan,
siapakah yag dapat mewakili pelukan selain engkau ?
Apa lagi selain menggambar rindu,
hanya ada pensil hitam dan bayangmu.
Sepasang matamu dan spasi di antaranya,
adalah kalimat yang membuat seseorang berhenti bicara,
lalu menulis hingga akhir hayatnya.
Di jemarimu bagai anak-anak sungai,
siapapun ingin membangun jembatan,
jembatan rindu jembatan cinta,
apapun namanya.
Berat menanggung ransel rindu,
kudaki tebing terjal hatimu,
pelukan ini hanyalah cara...
memperkecil jarak yang kutempuh.
Dapatkahaku berhenti bicara tentangmu ?
bahasa tubuhku tak pernah kehabisan cara,
menggambar bayangmu.
Pada pekat kabut kugambar garis partitur,
barangkali akan terdengar olehmu sebuah lagu,
barangkali akan terdengar olehmu debar jantungku.
Mengingatmu,,,
napasku menerbangkan selembar kertas,
sebuah puisi mengapung di udara,
sekalipun tak menjelma kupu-kupu,
siapa tahu itu akan sampai padamu.
Kau menggambar rindu di bibirku,
dan gugurlah semua warna senja di tubuhku.
Kau menjelaskan rindu,
tanpa satu pun kata.
irama jantungmu di dadaku,
mengganti seluruh suara hujan yang pernah jatuh di sajakku.
Saat malam terlalu sunyi,
aku mengumpulkan cahaya bulan yang menempel di kaca,
dengan cara seperti itu,,
jantungku berdebar seakan sedang kusentuh wajahmu.
apa yang akan digambar ditubuhku,
apakah rindu yang meluncur dari angin dingin matamu?
Telah kubisikkan namamu pada angin,
semoga saja hujan mendengar dan lahir sungai abadi dari rintiknnya,
mengikis batu-batu dan seribu prasasti tercipta untukmu.
Bulan tenggelam diteluk matamu,
aku tak mampu mencegah hatiku
terhanyut ombaknnya ke dalam rindu.
Selembar puisi seperti uang kertas,
yang merah lebih berharga,
tetapi aku hanya bisa membeli rindu dan segelas bayangmu.
Sekalipun nafasku tak cukup panjang,
kau akan lihat angin yang membawa daun-daun dari kepingan hatiku.
Tak cukup daun-daun mewakili hembusan angin senja,
tak cukup awan lembayung mewakili teduhnya cuaca,
ada gemuruh tak ada hujan,
siapakah yag dapat mewakili pelukan selain engkau ?
Apa lagi selain menggambar rindu,
hanya ada pensil hitam dan bayangmu.
Sepasang matamu dan spasi di antaranya,
adalah kalimat yang membuat seseorang berhenti bicara,
lalu menulis hingga akhir hayatnya.
Di jemarimu bagai anak-anak sungai,
siapapun ingin membangun jembatan,
jembatan rindu jembatan cinta,
apapun namanya.
Berat menanggung ransel rindu,
kudaki tebing terjal hatimu,
pelukan ini hanyalah cara...
memperkecil jarak yang kutempuh.
Dapatkahaku berhenti bicara tentangmu ?
bahasa tubuhku tak pernah kehabisan cara,
menggambar bayangmu.
Pada pekat kabut kugambar garis partitur,
barangkali akan terdengar olehmu sebuah lagu,
barangkali akan terdengar olehmu debar jantungku.
Mengingatmu,,,
napasku menerbangkan selembar kertas,
sebuah puisi mengapung di udara,
sekalipun tak menjelma kupu-kupu,
siapa tahu itu akan sampai padamu.
Kau menggambar rindu di bibirku,
dan gugurlah semua warna senja di tubuhku.
Kau menjelaskan rindu,
tanpa satu pun kata.
irama jantungmu di dadaku,
mengganti seluruh suara hujan yang pernah jatuh di sajakku.
Saat malam terlalu sunyi,
aku mengumpulkan cahaya bulan yang menempel di kaca,
dengan cara seperti itu,,
jantungku berdebar seakan sedang kusentuh wajahmu.
Untukmu
Semua orag tahu bahwa mencintai bukanlah suatu kesalahan.
Perasaan semacam ini bisa hadir kapan saja ia mau,
Kepada siapa saja ia suka dan tetap tanpa alasan yang jelas.
Bahkan ketika kamu datang dalam kehidupanku seperti suatu keajaiban,
Aku merasa duniaku berubah.
Setiap saat aku mencari tahu tentangmu,
Mencari tahu apa kesukaanmu,
Walaupun aku tau saat ini kamu telah menjadi milik seseorang.
Aku berusaha agar rasa nyaman karena kita sering bersama tidak muncul dan berkembang.
Tapi apa dayaku..
Aku tak bisa menolak hatiku yang jelas-jelas menginginknmu.
Aku mengagumi tanpa tahu alasannya.
Belajar menerima kenyataan meskipun terus larut dalam khayalan.
Bagiku melihatmu saja sudah merupakan suatu kebahagiaan.
Berhari-hari bahkan beminggu-minggu
Aku masih tetap larut di dalam imajinasi yang tak pernah berujung.
Aku berusaha mati-matian menentang semua ini,
Tapi lagi-lagi ketika aku melihatmu,
Semua tembok yang kubangun mati-matian runtuh bagai pasiryang luruh tersapu ombak.
Kamu inspirasiku...
Karenamu aku menulis puisi-puisi indah,
Kutulis cerita-cerita manis yang dapat dinikmati semua orang.
Kisah yang berisi harapanku,
Keinginanku bersamamu yang mungkin selamanya tak akan pernah tercapai.
Saat aku berhenti berkhayal,
Aku banyak berkaca.
Aku tak pantas.
Yaaaa.....
Aku jauh berbeda dengan pilihanmu saat ini.
Sehingga aku kembali kuat untuk menahan rasa yang tak semestinya ini.
Aku mengagumimu lebih dari apapun,
Namun aku tak akan pernah merusak yang sudah terjalin.
Aku hanya akan berdo'a.
Berdo'a sampai aku lelah dan tertidur.
Kelak apakah Tuhan akan mempertemukan kita,
atau mungkin akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Terima kasih telah menjadi penguatku setiap hari πππ
Perasaan semacam ini bisa hadir kapan saja ia mau,
Kepada siapa saja ia suka dan tetap tanpa alasan yang jelas.
Bahkan ketika kamu datang dalam kehidupanku seperti suatu keajaiban,
Aku merasa duniaku berubah.
Setiap saat aku mencari tahu tentangmu,
Mencari tahu apa kesukaanmu,
Walaupun aku tau saat ini kamu telah menjadi milik seseorang.
Aku berusaha agar rasa nyaman karena kita sering bersama tidak muncul dan berkembang.
Tapi apa dayaku..
Aku tak bisa menolak hatiku yang jelas-jelas menginginknmu.
Aku mengagumi tanpa tahu alasannya.
Belajar menerima kenyataan meskipun terus larut dalam khayalan.
Bagiku melihatmu saja sudah merupakan suatu kebahagiaan.
Berhari-hari bahkan beminggu-minggu
Aku masih tetap larut di dalam imajinasi yang tak pernah berujung.
Aku berusaha mati-matian menentang semua ini,
Tapi lagi-lagi ketika aku melihatmu,
Semua tembok yang kubangun mati-matian runtuh bagai pasiryang luruh tersapu ombak.
Kamu inspirasiku...
Karenamu aku menulis puisi-puisi indah,
Kutulis cerita-cerita manis yang dapat dinikmati semua orang.
Kisah yang berisi harapanku,
Keinginanku bersamamu yang mungkin selamanya tak akan pernah tercapai.
Saat aku berhenti berkhayal,
Aku banyak berkaca.
Aku tak pantas.
Yaaaa.....
Aku jauh berbeda dengan pilihanmu saat ini.
Sehingga aku kembali kuat untuk menahan rasa yang tak semestinya ini.
Aku mengagumimu lebih dari apapun,
Namun aku tak akan pernah merusak yang sudah terjalin.
Aku hanya akan berdo'a.
Berdo'a sampai aku lelah dan tertidur.
Kelak apakah Tuhan akan mempertemukan kita,
atau mungkin akan menggantinya dengan yang lebih baik.
Terima kasih telah menjadi penguatku setiap hari πππ
Untukmu Calon Imam
Bila kau rindu
Tadahkan tanganmu dan doakan aku
Agar aku menjadi wanita solekha
Yang layak untuk kau rindui dan kau jemput
Begitupula bila aku merindukanmu
Izinkan kusebut namamu dalam bait do'a
Agar mudah jalanmu menuju diriku
Sehingga penantiaku pun tak sia-sia
Semoga Allah memperkenankan
Do'a yang sama-sama kita munajatkan
Dan mempertemukan kita dengan cara-Nya
Lalu bersama meraih Ridho-Nya
Tadahkan tanganmu dan doakan aku
Agar aku menjadi wanita solekha
Yang layak untuk kau rindui dan kau jemput
Begitupula bila aku merindukanmu
Izinkan kusebut namamu dalam bait do'a
Agar mudah jalanmu menuju diriku
Sehingga penantiaku pun tak sia-sia
Semoga Allah memperkenankan
Do'a yang sama-sama kita munajatkan
Dan mempertemukan kita dengan cara-Nya
Lalu bersama meraih Ridho-Nya
Bella Fauziyah Laely
Kalipucang, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Secangkir Kopi Rindu
Pahitnya merindukanmu
ibarat kopi robusta
yang tidak tahu kapan ia berbunga
seperti dirimu yang entah kapan harus ku lupa
namun hanya diberikan kepahitan tanpa kemanisan
Senyumanmu ibarat sebuah Creamer pekat..
menenggelamkan kepahitan dari kopi robusta
tapi menipu rasa..
keaslian rasa cinta yang engkau ucapkan
Aku ingin dirimu seperti kopi Arabika
yang pasti kapan ia berbunga πΊπΊπΊ
ibarat kopi robusta
yang tidak tahu kapan ia berbunga
seperti dirimu yang entah kapan harus ku lupa
namun hanya diberikan kepahitan tanpa kemanisan
Senyumanmu ibarat sebuah Creamer pekat..
menenggelamkan kepahitan dari kopi robusta
tapi menipu rasa..
keaslian rasa cinta yang engkau ucapkan
Aku ingin dirimu seperti kopi Arabika
yang pasti kapan ia berbunga πΊπΊπΊ
Terjebak Malam
Kala malam semakin larut
Aku terbujur dalam kesunyian
Kerinduan malah semakin akut
Entah kapan kan terbalaskan
Semakin malam
Mulut bungkam
Mata terpejam
Tenggelam..
.
.
Kala aku bangun pagi
Mentari menyambut hari
Aku lupa tentan rindu semalam
Temaram..
Kembali Malam
Lamunanku jauh mnerawang
Rindu terkenang
Semakin dalam
Aku terbujur dalam kesunyian
Kerinduan malah semakin akut
Entah kapan kan terbalaskan
Semakin malam
Mulut bungkam
Mata terpejam
Tenggelam..
.
.
Kala aku bangun pagi
Mentari menyambut hari
Aku lupa tentan rindu semalam
Temaram..
Kembali Malam
Lamunanku jauh mnerawang
Rindu terkenang
Semakin dalam
Hati-Ku
Aku ingin kau tahu
Bahwa aku mensyukuri hariku mengenalmu
Kamulah matahari
yang menghapus mendungku selama ini
Saat ku membuatmu menangis,
membuatmu bersedih..
Aku ingin memelukmu
dan ucapkan MAAF...
Jika ku hanya bisa memelukmu dalam mimpi
Mungkin aku akan memilih untuk tertidur dan terus bermimpi
Dalam dunia yang sepi ini..
Aku melihat wajahmu
Mungkin di saat ini aku hanya bisa menahan kerinduan ini..
Sampai tiba saatnya nanti kita bisa bertemu
dan melepaskan kerinduan ini bersamamu..
Aku selalu menunggumu..
I MISS YOU SO MUCH ππππ
Bahwa aku mensyukuri hariku mengenalmu
Kamulah matahari
yang menghapus mendungku selama ini
Saat ku membuatmu menangis,
membuatmu bersedih..
Aku ingin memelukmu
dan ucapkan MAAF...
Jika ku hanya bisa memelukmu dalam mimpi
Mungkin aku akan memilih untuk tertidur dan terus bermimpi
Dalam dunia yang sepi ini..
Aku melihat wajahmu
Mungkin di saat ini aku hanya bisa menahan kerinduan ini..
Sampai tiba saatnya nanti kita bisa bertemu
dan melepaskan kerinduan ini bersamamu..
Aku selalu menunggumu..
I MISS YOU SO MUCH ππππ
Hanya Rindu
Lebih baik tidak bisa tidur
daripada terlelap tidur
tuk membawa mimpi buruk tentang kita ππ
_______________
Kasih Sayang adalah Abadi
begitupula kasing sayang dalam relung hatiku π
takan pernah pudar terkikis oleh waktu ⏰
dan aku selalu berharap
Semoga Allah menuntun kasih sayangku seiring dengan waktu ⏰
_______________
Ada sebuah harapan didalam kerinduan
yakni sebuah pertemuan dalam kenyataan π
Kau tau jika aku rindu padamu,
namun rinduku lebih dari apa yang kau tau
Rindu saat dimana hadirmu merupakan pelengkap dari hidupku
Ada saatnya rindu kepada seseorang sampai ingin menjemputnya dari mimpi
serta memeluknya dalam dunia nyata π
Apabila waktu bisa diputar kembali,
maka aku tidak akan menyia-nyiakan waktu yang aku punya bersamamu..π
Langganan:
Postingan (Atom)
