Kamis, 03 Oktober 2019

Diamku ada rindu untukmu

Langit yang hitam menjatuhkan jutaan pensil padaku,
apa yang akan digambar ditubuhku,
apakah rindu yang meluncur dari angin dingin matamu?

Telah kubisikkan namamu pada angin,
semoga saja hujan mendengar dan lahir sungai abadi dari rintiknnya,
mengikis batu-batu dan seribu prasasti tercipta untukmu.

Bulan tenggelam diteluk matamu,
aku tak mampu mencegah hatiku
terhanyut ombaknnya ke dalam rindu.

Selembar puisi seperti uang kertas,
yang merah lebih berharga,
tetapi aku hanya bisa membeli rindu dan segelas bayangmu.

Sekalipun nafasku tak cukup panjang,
kau akan lihat angin yang membawa daun-daun dari kepingan hatiku.

Tak cukup daun-daun mewakili hembusan angin senja,
tak cukup awan lembayung mewakili teduhnya cuaca,
ada gemuruh tak ada hujan,
siapakah yag dapat mewakili pelukan selain engkau ?

Apa lagi selain menggambar rindu,
hanya ada pensil hitam dan bayangmu.

Sepasang matamu dan spasi di antaranya,
adalah kalimat yang membuat seseorang berhenti bicara,
lalu menulis hingga akhir hayatnya.

Di jemarimu bagai anak-anak sungai,
siapapun ingin membangun jembatan,
jembatan rindu jembatan cinta,
apapun namanya.

Berat menanggung ransel rindu,
kudaki tebing terjal hatimu,
pelukan ini hanyalah cara...
memperkecil jarak yang kutempuh.

Dapatkahaku berhenti bicara tentangmu ?
bahasa tubuhku tak pernah kehabisan cara,
menggambar bayangmu.

Pada pekat kabut kugambar garis partitur,
barangkali akan terdengar olehmu sebuah lagu,
barangkali akan terdengar olehmu debar jantungku.

Mengingatmu,,,
napasku menerbangkan selembar kertas,
sebuah puisi mengapung di udara,
sekalipun tak menjelma kupu-kupu,
siapa tahu itu akan sampai padamu.

Kau menggambar rindu di bibirku,
dan gugurlah semua warna senja di tubuhku.

Kau menjelaskan rindu,
tanpa satu pun kata.
irama jantungmu di dadaku,
mengganti seluruh suara hujan yang pernah jatuh di sajakku.

Saat malam terlalu sunyi,
aku mengumpulkan cahaya bulan yang menempel di kaca,
dengan cara seperti itu,,
jantungku berdebar seakan sedang kusentuh wajahmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar